Showing posts with label Rusia. Show all posts
Showing posts with label Rusia. Show all posts

Rusia Bisa Membangun Kapal Perang Mirip Mistral

MOSCOW-(IDB) : Rusia tidak tergantung pada Prancis dalam membangun operator helikopter sendiri mirip dengan kapal induk helikopter Prancis kelas Mistral, dan mampu untuk membangun kapal perang seperti itu sendiri, kata Wakil Panglima Angkatan Laut Laksamana Muda Victor Bursuk Sabtu.

"Kami tidak tergantung pada Prancis dengan cara apapun, itu hanya salah satu kontrak kerja sama teknis-militer dan tidak lebih. Program pembuatan kapal (Rusia) direncanakan pembangunan kapal perang kelas ini, dan itu pasti akan dilaksanakan," kata Bursuk dalam satu wawancara dengan radio Ekho Moskvy.

Pada Kamis, kepala staf Kremlin Sergei Ivanov mengatakan, Rusia akan menuntut Prancis jika Paris menolak untuk menghormati kontrak Mistral.

Rusia dan Prancis menandatangani kesepakatan 1,2 miliar euro (1,5 miliar dolar AS) untuk dua operator helikopter kelas Mistral pada Juni 2011.

Kapal induk pertama, Vladivostok, diharapkan tiba di Rusia pada akhir 2014. Kapal kedua, Sevastopol, seharusnya tiba pada tahun 2015.

Penyelesaian kesepakatan tersebut telah beresiko sejak Barat mulai menerapkan sanksi ekonomi yang ditargetkan terhadap Rusia atas krisis Ukraina, demikian OANA.




Sumber : Antara

Putin Dan Jokowi Diharapkan Segera Bertemu

JAKARTA-(IDB) : Dalam lawatannya ke Indonesia (20/10/2014), Denis Manturov? selaku Menteri Perdagangan dan Industri Rusia hadir dalam pengucapan sumpah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta.


Setelah menghadiri acara pelantikan, Manturov didampingi Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia Mikhail Galuzin bersama rombongan delegasi Rusia lain bertemu dengan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Irman Gusman di Gedung MPR/DPR/DPD.


Dalam pertemuan tersebut, Manturov mengumumkan bahwa Dewan Majelis Federal Federasi Rusia akan bertemu dengan DPD RI di Gedung DPD RI pada 11-12 November mendatang. Menurut Manturov, pertemuan tersebut sangat penting untuk mendorong peningkatan hubungan kedua negara.


“Kehadiran Valentina Matviyenko selaku Ketua Dewan Majelis Federal Federasi Rusia merupakan bukti bahwa hubungan Rusia dan Indonesia semakin berkembang,” kata Manturov. “Kami berharap kunjungan itu akan mendorong peningkatan hubungan kerja sama antarnegara, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan.”
 

Terkait proses pelantikan yang dihadiri oleh sejumlah kepala negara dan utusan khusus, Manturov menilai bahwa saat ini Indonesia merupakan pelopor demokrasi di negara-negara Asia Tenggara. Partisipasi sejumlah kepala negara dan utusan khusus mancenegara dalam pelantikan presiden dan wakil presiden Indonesia membuktikan bahwa kebijakan luar negeri pemerintah Indonesia dalam membina hubungan dengan negara-nagara lain terbilang berhasil dan layak menjadi contoh untuk seluruh dunia.


Putin dan Jokowi Diharapkan Segera Bertemu
 

Di sela-sela perbincangan, Manturov menyampaikan bahwa pertemuan antara kedua kepala negara sangatlah penting. “Dalam waktu dekat, saya harap Presiden Putin dapat segera bertemu dengan Presiden Jokowi untuk membahas berbagai isu dan masalah kunci terkait kerja sama bilateral Rusia dan Indonesia,” kata Manturov.

Ketua DPD RI Irman Gusman menyambut hangat harapan tersebut. Menurut Irman, dalam masa pergantian pemerintahan seperti sekarang ini, kedua belah pihak harus bergerak cepat. “Saya sudah pernah bertemu dengan Presiden Putin dan Matviyenko. Saya melihat di bawah kepemimpinan Presiden Putin, Rusia tumbuh begitu cepat,” kata Irman.



Sumber : RBTH

Armada Rusia Segera Miliki Rudal Jelajah Baru

Rudal jelajah yang karakteristik teknisnya masih dirahasiakan baru saja melewati tahap uji negara dan akan segera digunakan oleh armada angkatan bersenjata Rusia. Para ahli militer berpendapat hal tersebut mungkin merupakan inovasi roket terbaru dari para perancang Rusia, atau bisa pula hasil modifikasi produk berdasarkan roket yang sudah digunakan sebelumnya seperti Yakhont (Batu Delima).

MOSCOW-(IDB) : Pada September lalu, rudal jelajah terbaru yang dikembangkan oleh NPO Mashinostroyenia, bagian dari Perusahaan Rudal Taktis, telah selesai melewati tahap uji negara.

Menurut Direktur Umum NPO Mashinostroyenia Alexander Leonov, rudal baru tersebut dirancang untuk Angkatan Laut Rusia. Bersama selesainya pengujian negara terhadap roket tersebut, dua perangkat rudal darat dan laut juga telah selesai melewati tahap uji negara. Namun, hingga saat ini belum diketahui nama, indeks, ataupun karakteristik taktis dan teknis dari ‘produk’ baru tersebut.

Pemimpin Redaksi Military Russia Dmitry Kornev menilai, meski dengan segala kerahasiaan yang mengiringinya, karakteristik ‘produk’ tersebut sudah bisa diterka. “Mungkin ini adalah rudal yang benar-benar baru, misalnya rudal hipersonik. Kita tak boleh lupa bahwa NPO Mashinostroyenia telah mengembangkan bidang tersebut dan belum lama ini maket roket hipersonik Brahmos 2 hasil kerja sama Rusia dan India ditampilkan dalam berbagai pameran,” ujar Kornev pada RBTH.

Selain itu, Kornev juga menduga bisa jadi rudal tersebut merupakan pemutakhiran rudal yang telah ada. Jika demikian, kemungkinan besar rudal tersebut dilengkapi dengan sistem kontrol baru yang lebih akurat yang dibuat menggunakan komponen dan perhitungan algoritma modern. “Mungkin juga peralatan kendali tersebut sudah diganti,” kata Kornev.

Kornev berpendapat jika ‘produk’ tersebut merupakan pengembangan dari rudal lama, kemungkinan besar itu merupakan pengembangan P-800 Onyx yang dikenal sebagai Yakhont di pasar ekspor. Yakhont merupakan rudal supersonik paling terkenal yang diproduksi NPO dan didistribusikan di pasar dunia. Sistem rudal supersonik Brahmos hasil kerjasama Rusia dan India serta sistem rudal pesisir Bastion diciptakan berdasarkan rudal tersebut.

Dmitry Boltenkov, ahli militer independen dan salah satu penulis buku Russia's New Army, menjelaskan bahwa saat ini Angkatan Laut Rusia sedang mengembangkan konsep operasi ‘pasukan diversifikasi’, yakni ketika armada didukung bukan saja oleh pasukan udara tetapi juga oleh kelompok pasukan darat. Sistem rudal berbasis darat dan laut memainkan peran penting dalam aktivitas ‘pasukan diversifikasi’. Sistem tersebut tidak saja mampu mengenai kapal musuh dengan tembakan yang akurat, tapi juga bisa menghancurkan target di darat.

Boltenkov berpendapat, penempatan sistem rudal universal untuk digunakan oleh militer akan secara signifikan meningkatkan kekuatan Angkatan Laut Rusia. Pada saat yang sama, kedua ahli tersebut sepakat meski fakta mengenai produk baru ini masih rahasia, roket baru tersebut tentu memiliki potensi ekspor.

Beberapa negara, terutama Vietnam dan Indonesia, telah membeli sistem rudal Rusia, baik yang berbasis laut maupun darat dengan rudal Yakhont. Rudal Yakhont Vietnam yang dipasok sebagai bagian dari sistem rudal pesisir Bastion, menurut beberapa laporan, dapat mengenai target yang berada di laut maupun darat.

Seperti yang dijelaskan oleh Boltenkov, sistem rudal pesisir Rusia Sopka (Gunung Berapi) dan Rubezh (Garis Batas) dipasok ke lebih dari sepuluh negara di seluruh dunia, dan bahkan beberapa kali digunakan dalam konflik militer seperti dalam konflik Arab dan Israel.

Wakil Laksamana Angkatan Laut Amerika Serikat Michael Connor sempat menyampaikan kerisauannya mengenai potensi perkembangan armada selam Rusia di The Inquisitr. Kekhawatiran itu muncul setelah uji coba rudal balistik antarbenua Bulava (Tongkat Pukul) terbilang berhasil, yang salah satu peluncurannya sukses dieksekusi pada September lalu. Saat diluncurkan dari tengah Laut Arktik, rudal balistik antarbenua tersebut menempuh jarak ribuan kilometer hingga mengenai targetnya di area pengujian Kura yang terletak di Timur Jauh.



Sumber : RBTH

Presiden Rusia Ingin Bertemu Jokowi

JAKARTA-(IDB) : Salah satu utusan negara sahabat yang menghadiri pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla datang dari Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin secara khusus mengirimkan Menteri Perdagangannya Denis Manturov untuk menghadiri pelantikan Jokowi-JK di gedung MPR/DPR, Senin (20/10/2014) hari ini.

Kepada wartawan Manturov mengaku sungguh mendapat penghormatan yang luar biasa bisa menghadiri pelantikan Jokowi-JK. Sebagai utusan resmi, Manturov mengaku membawa pesan dari Presiden Rusia untuk Presiden Jokowi. Melalui Manturov, Putin berjanji akan segera berkunjung ke Indonesia menemui Presiden Jokowi.

"Dalam waktu dekat presiden Rusia akan bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo," kata Manturov kepada wartawan usai pelantikan Jokowi-JK di gedung MPR/DPR. Manturov berharap dalam waktu dekat akan diadakan pertemuan antara Presiden Indonesia Joko Widodo dengan Presiden Rusia vladimir Putin.

Dia yakin dalam pertemuan kedua pemimpin negara itu akan ada kesempatan untuk membahas berbagai isu kerjasama bilateral di berbagai bidang. Seperti perdagangan maupun politik.

"Kita punya semua peluang untuk meningkatkan volume perdagangan, kami juga berminat meningkatkan kerja sama seperti metalurgi. Kami melihat ada potensi kerja sama peningkatan teknologi di bidang metalurgi," kata Manturov. 



Sumber : Detik

Rusia Kembangkan Robot Perang Tanpa Awak Berbasis Darat

MOSCOW-(IDB) : Rusia makin serius mengembangkan robot perang tak berawak. Setelah beberapa waktu lalu dilaporkan mengembangkan kendaraan serang udara tak berawak (unmanned aerial vehicle/UAV) 20 ton, kini di sebuah pangkalan militer Rusia, muncul kendaraan serang tak berawak berbasis daratan.



Dilansir Daily Mail, Jumat 24 Januari 2014, kendaraan tak berawak raksasa itu muncul dari danau dan menyusuri tempat pelatihan militer Rzhevka, Rusia.



Salah satu penampakan gambar mesin perang tak berawak Rusia yakni kendaraan mirip tank dengan ukuran raksasa dan drone kecil berbasis darat beroda enam.



Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah menyadari potensi kendaraan tak berawak di masa depan. Namun ia memastikan dalam pengembangannya, Rusia tak akan mengambil cara yang sama dikembangkan oleh negara lain.



"Hari ini, drone telah lebih banyak digunakan di belahan dunia. Kami tidak akan melakukan cara yang dilakukan negara lain," tegas Putin dalam pernyataan November tahun lalu. 



Bukan Permainan



Putin menyadari kendaraan tak berawak bukan sebatas permainan saja.



"Ini bukan permainan, ini juga bukan permainan komputer. Ini adalah sistem tempur yang serius, baik untuk menyergap atau pengintaian. Dan itu benar-benar, drone memiliki prospek yang bagus," kata Putin.



Menurut Voice of Rusia, pemerintah Rusia tengah membicarakan pembentukan organisasi yang mengembangkan dan memproduksi sistem pesawat tak berawak.



Era robot tak berawak kian meendunia setelah diketahui bukan hanya tingkat negara saja yang mengembangkan robot jenis ini. 



Dua perusahaan raksasa, Google dan Amazon juga telah mengadopsi robot tak beawak untuk mendukung kinerja perusahaan mereka. Amazon mengadopsi pesawat kecil tak berawak untuk tujuan mengantarkan paket ke konsumen secara lebih cepat langsung ke depan pintu rumah pelanggan. 



Sedangkan raksasa internet, Google telah mengakuisisi delapaan perusahaan robotika untuk mengembangkan robot masa depan besutannya. 



Dengan makin banyaknya adopsi mesin tak berawak ini, diperkirakan pada 2020 mendatang, dunia telah memasuki era perang robot tak berawak.
Sumber : Vivanews

Berita Foto : Rusia Iran Perkuat Kerjasama Militer

image
ANZALI-(IDB) : Kapal perang dari Armada 
Kaspia Rusia, berlabuh di Bandar Anzali, 
Iran setelah mengadakan latihan bersama
dengan dua kapal perang Kazakhstan pekan
lalu. 

Setelah itu kapal perang Rusia akan 
menuju ke Baku, Azerbaijan. Kapal Angkatan
Laut Rusia mengunjungi pelabuhan tiga 
negara Kaspia sebagai bagian dari program 
pengbqngan kerjasama internasional antara 
negara-negara Kaspia.


September lalu, para pemimpin lima negara Kaspia – Azerbaijan, Iran, Kazakhstan, Rusia, dan Turkmenistan– bertemu di kota Astrakhan, Rusia dan setuju untuk mencegah kekuatan militer eksternal untuk meraih pengaruh di Laut Kaspia.

image
RFNS Dagestan (ex-Albatros) (693) Gepard class (Project 11661K) frigate
image
RFNS Grad Sviyazhsk (021) Buyan-M class (Project 21631) corvette
image
RFNS Grad Sviyazhsk (021) and RFNS Dagestan (693) berthed at Bandar Anzali, Iran
image
IRINS Joshan (P225) Sina class (La Combattante IIa) fast attack craft, and overhead IRINA Agusta AB-212ASW helicopter, serial 6-2402 (cn 5510).
image
Russian Ambassador to Iran Levan Jagarian (left) with Russian Navy captain 2C
image
Islamic Republic of Iran Navy (IRIN) Caspian Sea Fleet reception members
image
Gilaki welcome for Russian Navy captain 1C


Sumber : JKGR

Pesan Vladimir Putin Untuk Jokowi

JAKARTA-(IDB) : Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim utusan khusus dari negaranya untuk menghadiri pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden RI. Dia adalah Menteri Industri dan Perdagangan Denis Manturov.

“Pemerintah kami mengirim utusan khusus untuk seremoni inaugurasi Pak Joko Widodo, beliau adalah Pak Denis Manturov, menteri industri dan perdagangan Rusia,” kata Dubes Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin, saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (15/10/2014).


Selain menjabat sebagai menteri, Denis juga kini duduk sebagai co-chairman dalam Komisi Ekonomi Rusia dan Indonesia.


Menurut Galuzin, kehadiran utusan khusus dalam pelantikan sebuah kepala negara merupakan pesan bahwa hubungan bilateral antara kedua negara sangat baik. Baik Indonesia maupun Rusia sudah menjadi negara sahabat dan partner dalam berbagai bidang.


Gulazin berharap, kerjasama yang selama ini sudah terjalin dengan baik di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dapat berlanjut di kepemimpinan Jokowi-JK.

“Kami sudah sukses dalam kerjasama di bidang ekonomi dan mencari solusi atas berbagai isu. Kami berharap langkah positif ini bisa berlanjut dan melaju lebih baik di bawah kepemimpinan Pak Joko Widodo,” tambahnya.



Sumber : Detik