Showing posts with label Marine. Show all posts
Showing posts with label Marine. Show all posts

Taruna Korps Marinir Latihan Perang Di Purboyo

MALANG-(IDB) : Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL), Laksamana Muda TNI Achmad Taufiqoerrochman, SE beserta para Pejabat utama AAL berkesempatan meninjau langsung Latihan dan Praktek (Lattek) Suroyudho yang sedang dilaksanakan 21 taruna AAL Tingkat IV Korps Marinir, di Puslatpur Marinir Purboyo, Malang, Jumat (24/10).

Dalam latihan taktik serangan darat ini, para taruna korps marinir berlatih bersama dengan para prajurit Yonif 5 Marinir.

Berbagai kegiatan dalam serial latihan dilaksanakan dan disaksikan langsung Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Achmad Taufiqoerrochman, beserta rombongan diantaranya saat taruna melaksanakan Serangan Gunung yang mengambil lokasi di Desa Sumber Kerto Malang Selatan.

Gubernur AAL dengan seragam khasnya turut mengikuti rute latihan para taruna Korps Marinir meskipun harus naik ketinggian dataran yang merupakan sasaran yang dijadikan latihan.

Latihan dan Praktek Suroyudho ini dilaksanakan selama 5 hari (20-26 Oktober). Tujuan latihan ini agar mereka mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar, kemudian melaksanakan kepemimpinan lapangan dengan Prosedur Pimpinan Pasukan (P3), melaksanakan operasi darat yang meliputi Gerakan Menuju Kontak (GMUK), serangan, pertahanan, patroli tempur, dan patroli penyelidik.




Sumber : Jurnas

Markas F-16 Terbaru Dan Yonif 10 Marinir Resmi Beroperai

MAGELANG-(IDB) : Penguatan pertahanan di wilayah perbatasan kembali ditingkatkan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan pembentukan dua markas tempur terbaru, yakni Batalion Infanteri (Yonif) 10 Marinir/Satia Bhumi Yudha di Pulau Setokok, Batam, Kepulauan Riau dan Skuadron Udara 16/ Vijayakantaka Abhyasti Virayate di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekan Baru, Riau.

Peresmian Batalion Infanteri dan Skuadron Udara tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti di Akademi Militer, Magelang, Jumat (17/10/2014). Pembentukan dua kekuatan baru ini sebagai respon atas perkembangan lingkungan strategis yang dinamis dan multidimensional, khususnya dalam mengamankan wilayah perbatasan.

Presiden mengaku menyambut baik hadirnya kekuatan baru TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara tersebut. Menurut dia, di era modern, kekuatan angkatan udara harus semakin tanggung dan modern untuk bisa menjaga wilayah udara nasional.

Sedangkan, keberadaan Batalion Infanteri Marinir ini akan memperkuat pengamanan wilayah perbatasan, terutama di Kepulauan Riau. Skuadron Udara 16 di Pekanbaru, saat ini juga sudah siap untuk menjadi markas pesawat tempur F-16 C/D 52ID asal Amerika Serikat.

Beberapa persiapan terus dilakukan sehingga skuadron ini sempurna sebagai home base pesawat tersebut. Adapun untuk pesawatnya sendiri, sekarang ini sudah ada lima unit dari 24 unit yang dipesan.

Sementara itu, menurut Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio, Batalion Infanteri 10 Marinir ini dibangun TNI AL sebagai salah satu upaya meningkatkan keamanan d kawasan terdepan Indonesia yang berbatasan dengan negara-negara kawasan ASEAN.

Pembangunan ini merupakan program prioritas TNI AL sebagai tindak lanjut atas perintah Presiden SBY untuk membangun dan membentuk Satuan Marinir baru di Kepulauan Riau.

Peletakan batu pertama pembangunan markas batalion tersebut telah dilakukan 5 Juni 2013 silam. Batalion Infanteri 10 Marinir yang menempati lokasi seluas 37 hektare ini merupakan salah satu lokasi strategis untuk pertahanan keamanan di wilayah perbatasan.

“Karakteristik wilayah Kepulauan Riau pada umumnya terdiri dari banyak pulau dan berbatasan dengan beberapa negara tetangga, sehingga sangat strategis untuk dibangun satuan markas pengamanan untuk pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya dalam siaran pers kepada Sindonews, Jumat (17/10/2014).

Fasilitas yang dibangun pada markas meliputi pembangunan gedung batalyon, gedung kompi markas, gedung kompi senapan, gudang senjata, rumah dinas, mess perwira, garasi angkutan, dermaga, lapangan tembak, dan helipad. Batalion Infanteri 10 Marinir di Pulau Setokok ini diperkuat dengan satuan-satuan kecil dengan keahlian khusus atau pasukan khusus.



Sumber : Sindo

BMP-3F, Tank Andalan Korps Marinir

SURABAYA-(IDB) : Tank Amfibi BMP-3F adalah kendaraan tempur lapis baja yang mampu bermanuver di air dan darat. Tank hasil rakitan pabrik senjata Kurganmashzavod Rusia tahun 2013 ini mempunyai kemampuan paling unggul di kelas peralatan tempur amfibi saat ini.

Senjata utama Tank Amfibi BMP-3F adalah meriam kaliber 100 mm, senjata antiserangan udara, rudal antitank, serta mampu mengangkut pasukan sekaligus mempertahankan diri dari serangan lawan.

Tank ini memiliki akurasi tembakan ke sasaran dengan kemampuan bertahan tinggi di berbagai medan pertempuran. Keunggulan inilah yang menjadikan Tank Amfibi BMP-3F sebagai salah satu tank amfibi disegani di dunia.

BMP-3F berbobot 18,7 ton dengan dimensi panjang 7,14 meter, lebar 3,15 meter, dan tinggi 3,57 meter mampu membawa tujuh pasukan dan tiga personel.

Hingga saat ini, ada 10 negara yang menggunakannya selain Rusia dan Indonesia, yaitu UEA, Venezuela, Kuwait, Korsel, Sri Lanka, Siprus, Ukraina, Azerbaijan, dan Yunani.



Sumber : Sindo